Sunday, 2 June 2013

Bahaya Formalin dalam Makanan


Sumber: dari sini




Formalin merupakan senyawa kimia golongan aldehid yang mempunyai nama lain formaldehid atau metanal. Rumus struktur senyawa formalin yaitu



. Formalin dapat berwujud gas, cair (formalin), atau padat (paraformaldehyde atau trioxane). Larutan formalin dengan kadar 37% biasa dijual dengan merek dagang formalin atau formol. Kegunaan formalin yang sebenarnya sebagai berikut.

1.    Pengawet mayat.

2.    Pembasmi serangga pengganngu, termasuk lalat.

3.    Bahan pembuatan sutra sintetis, cermin, dan kaca.

4.    Pengeras lapisan gelatin dan kertas fotografi.

5.    Bahan pembuatan pupuk urea.

6.    Pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.

7.    Dalam kadar kurang dari 1% untuk pengawet pembersih alat rumah tangga, cairan pencuci piring, perawatan sepatu, sampo mobil, dan pembersih karpet.

A.  Ciri-Ciri Produk Berformalin

Meskipun fungsi formalin bukan untuk makanan, tetapi banyak produsen nakal yang sengaja menambahkan formalin untuk mengawetkan produk olahan makanan. Berikut beberapa produk yang seringkali diberi tambahan formalin dalam pembuatannya beserta ciri-cirinya.

1.   Bakso
Bakso yang mengandung formalin mempunyai ciri teksturnya sangat kenyal, bau formalin menyengat, dan tidak rusak hingga 2 hari pada suhu kamar 25 oC.

2.   Mi basah

Mi basah yang mengandung formalin mempunyai ciri tidak lengket, lebih mengilap dibanding mi normal (seperti berminyak), liat (tidak mudah putus), bau formalin menyengat, tidak rusak hingga 2 hari pada suhu kamar 25 oC, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 oC).

3.   Tahu

Tahu yang mengandung formalin mempunyai keras atau kenyal, tidak mudah hancur, bau formalin menyengat, aroma kedelai sudah tidak tercium, tidak rusak hingga 3 hari pada suhu kamar 25 oC, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 oC).

4.   Ikan segar

Ikan yang mengandung formalin mempunyai ciri insang berwarna merah tua bukan merah segar sehingga tidak cemerlang, warna daging ikan putih bersih, bau formalin agak menyengat, dan tidak rusak hingga 3 hari pada suhu kamar 25 oC.

5.   Ikan asin

Ikan asin yang mengandung formalin mempunyai ciri bersih, cerah, tidak berbau khas ikan asin, tidak dihinggapi lalat meskipun di area berlalat, serta tidak rusak bahkan sampai lebih dari 2 bulan pada penyimpanan suhu kamar 25 oC.

6.   Ayam

Ayam yang mengandung formalin mempunyai ciri teksturnya kencang, berwarna putih, bau formalin agak menyengat, dan tidak rusak hingga 2 hari pada suhu kamar 25 oC.

Pengawet alami sebenarnya dapat digunakan sebagai pengawet sintetis untuk meniadakan risiko bahaya yang ditimbulkan oleh pengawet sintetis. Wortel mengandung antioksidan yakni betakaroten yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Selain itu, penambahan ekstrak wortel juga menambah kandungan gizi dalam makanan sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Ekstrak wortel dapat dijadikan antioksidan pada pembuatan makanan, seperti bakso sehingga bakso dapat tahan lama. Senyawa betakaroten akan mencegah dan menghambat ketengikan yang diakibatkan oleh udara dan mikroorganisme. Pembuatan ekstrak wortel cukup dengan diblender lalu diperas.

B. Pengaruh Formalin terhadap Tubuh

Formalin sangat berbahaya terhadap kesehatan jika masuk ke dalam tubuh. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan sebagai berikut.

1. Jika terhirup, akan mengakibatkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, sukar bernapas, napas pendek, sakit kepala, dan dapat berakibat timbulnya kanker paru-paru.

2. Jika terkena kulit, akan mengakibatkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar.

3. Jika terkena mata, akan mengakibatkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan menjadi kabur, bahkan kebutaan.

4. Jika tertelan, akan mengakibatkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, pandangan menjadi kabur dan hilang, kejang, bahkan koma dan kematian.

C. Pertolongan pada Keracunan Formalin

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada keracunan akut tergantung konsentrasi cairan dan gejala yang dialami oleh korban.Sebelum korban dibawa ke rumah sakit, arang aktif atau norit dapat diminumkan kepada korban. Korban tidak boleh diberi rangsang agar muntah karena dapat berakibat timbulnya trauma korosif pada saluran cerna bagian atas.

Di rumah sakit, akan dilakukan bilas lambung (gastric lavage), serta pemberian arang aktif (meski pemberian ini akan mengganggu penglihatan apabila dilakukan teropong usus untuk mendiagnosis trauma esofagus dan saluran cerna).
Hemodialisis (cuci darah)juga dapat dilakukan untuk membersihkan secara tuntas formalin dari dalam tubuh. Tindakan ini dilakukan apabila terjadi keadaan asidosis metabolik (keracunan berat yang mengganggu metabolisme).




No comments:

Post a Comment

Post a Comment